Laporan Akhir
Dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi keamanan individu maupun masyarakat secara luas. Hal ini menjadi salah satu amanat yang menjadi implementasi dari Undang-Undang No. 39 tahun 1999. Dalam kegiatan pembangunan, tujuan dari pengukuran keamanan pada suatu daerah adalah sebagai dasar perencanaan, proyeksi, atau implementasi program pembangunan. Selain itu, pengukuran ini juga merupakan acuan untuk membangun sistem pencegahan dini (early warning system) terhadap berbagai macam komponen, sebagai sistem pendukung dalam pengambilan keputusan dan sebagai barometer bagi pemerintah untuk menciptakan keberlanjutan pelayanan negara. Pentingnya fungsi indikator keamanan ini mendasari digunakannya Indikator Rasa Aman dalam menilai kinerja utama di Kabupaten Wonosobo.
Pendefinisian “Rasa Aman“ disebutkan dalam UU No. 39 Tahun 1999 pasal 30 ayat 1 yang menyatakan “Rasa aman merupakan suatu hak yang diterima secara pribadi oleh manusia atas rasa aman dan tentram serta perlindungan terhadap ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu”. Implementasi dari Indikator Rasa Aman dalam kajian ini adalah untuk mengukur rasa aman yang dirasakan masyarakat di lingkungan tempat tinggal. Terdapat empat variabel yang digunakan untuk mengukur tingkat rasa aman dalam penelitian ini, yaitu: aman dari bencana, pemenuhan kesejahteraan sosial, perlindungan dan pemanfaatan atas kebhinekaan, serta keamanan dari kekerasan.
Baca Juga Kajian Lainnya : https://indoriset.id/kajian-indeks-demokrasi-indonesia-di-kabupaten-wonosobo-tahun-2023/
Penelitian ini merujuk pada Teknik Penghitungan Indeks Keamanan Manusia Indonesia (IKMI) yang dilakukan oleh Bappenas Tahun 2015. Indek Rasa Aman (IRA) Kab dihitung dengan penimbang terhadap aspek dan indikator. Penimbang didapatkan dari metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Analytic Hierarchy Process (AHP) yang dikembangkan oleh Thomas Saaty merupakan salah satu metode pembobotan dengan pendekatan untuk menentukan prioritas (untuk menjawab pertanyaan indikator mana yang lebih penting antara satu dengan yang lain).




