Laporan Akhir
Indonesia merupakan negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial dengan sistem politik demokrasi. Secara makna, demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan oleh rakyat. Tidak dapat dipungkiri dalam perjalanan pelaksanaan pemerintahan, aspek demokrasi selalu menjadi aspek penting dalam pembangunan di Indonesia. Negara yang menganut sistem politik demokrasi ini seharusnya dapat lebih mudah dalam merealisasikan tujuan pembangunan yang berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Hal ini dikarenakan, dalam sistem demokrasi, kepentingan dan kesejahteraan masyarakat serta kesetaraan menjadi fokus dalam pembangunan nasional maupun daerah. Pembangunan demokrasi dan politik merupakan hal yang penting dan terus diupayakan oleh pemerintah. Namun, untuk mengukur pencapaiannya di tingkat daerah maupun di tingkat pusat bukan sesuatu hal yang mudah.
Pembangunan demokrasi memerlukan data empirik untuk dapat dijadikan landasan pengambilan kebijakan dan perumusan strategi yang spesifik dan akurat. Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyadari bahwa pentingnya aspek demokrasi dalam pembangunan daerah sehingga menjadikan kriteria demokrasi tersebut menjadi pertimbangan dalam pembangunan daerah.
Baca Juga Menarik Lainnya : https://indoriset.id/kajian-indeks-pengeluaran-wisatawan-di-kabupaten-wonosobo-tahun-2023/
Indikator demokrasi adalah indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di suatu wilayah. Melalui indikator ini perkembangan demokrasi diukur secara kuantitatif. Di samping level nasional, Indeks demokrasi juga dapat memberikan gambaran perkembangan demokrasi di daerah. Terdapat 3 (tiga) variabel yang digunakan untuk menyusun indeks, yaitu kebebasan, kesetaraan, dan kapasitas lembaga demokrasi.
Dalam penelitian ini, peneliti mengikuti Teknik Penghitungan Indeks Demokrasi Pusat dan Provinsi oleh BPS. Di mana, Indeks Demokrasi Kabupaten dihitung dengan penimbang terhadap aspek dan indikator. Penimbang didapatkan dari metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Analytic Hierarchy Process (AHP) yang dikembangkan oleh Thomas Saaty merupakan salah satu metode pembobotan dengan pendekatan untuk menentukan prioritas (untuk menjawab pertanyaan indikator mana yang lebih penting antara satu dengan yang lain).




