<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>admin indoriset &#8211; Indoriset Strategis</title>
	<atom:link href="https://indoriset.id/author/admin-indoriset/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indoriset.id</link>
	<description>Lembaga Riset Sosial dan Politik</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Jul 2026 06:37:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>
	<item>
		<title>Kontribusi Nyata Indoriset Communication: Edukasi Literasi Digital untuk Masa Depan Generasi Muda</title>
		<link>https://indoriset.id/kontribusi-nyata-indoriset-communication-edukasi-literasi-digital-untuk-masa-depan-generasi-muda/</link>
					<comments>https://indoriset.id/kontribusi-nyata-indoriset-communication-edukasi-literasi-digital-untuk-masa-depan-generasi-muda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin indoriset]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2026 03:36:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indoriset.id/?p=1250</guid>

					<description><![CDATA[Cegah Jejak Digital Hancurkan Karier Masa Depan, SMK 1 Muhammadiyah Semarang Bekali Siswa Baru dengan Literasi Siber SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Ratusan siswa baru SMK 1 Muhammadiyah Semarang mengikuti sesi pembekalan literasi digital yang berfokus pada bahaya rekam jejak digital dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di aula sekolah, Senin (13/7/2026). Menggandeng Majelis Pustaka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Cegah Jejak Digital Hancurkan Karier Masa Depan, SMK 1 Muhammadiyah Semarang Bekali Siswa Baru dengan Literasi Siber</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>SEMARANG, Suara Muhammadiyah</strong> – Ratusan siswa baru SMK 1 Muhammadiyah Semarang mengikuti sesi pembekalan literasi digital yang berfokus pada bahaya rekam jejak digital dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di aula sekolah, Senin (13/7/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menggandeng Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, kegiatan ini bertujuan membentengi generasi muda dari kesalahan fatal di media sosial yang berpotensi merusak peluang karier mereka di masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Koordinator Media Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kota Semarang, Agung S Bakti, hadir sebagai narasumber utama. Mantan Direktur Lembaga Riset Keamanan Siber Cissrec.org ini secara lugas membongkar rasa aman palsu para peserta yang kerap merasa tak tersentuh saat menggunakan akun anonim di dunia maya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Hanya dalam 60 detik setelah kalian terhubung ke jaringan nirkabel sekolah, aktivitas daring hingga gim apa yang kalian mainkan semalaman bisa dilacak,&#8221; tegas Agung di hadapan para siswa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa pangkalan data pada server raksasa selalu merekam alamat IP penggunanya. &#8220;Di masa depan, tim rekrutmen perusahaan multinasional pasti melacak jejak kelam tersebut. Jangan sampai masa depan dan karier kalian hancur karena kebodohan jempol kalian di hari ini,&#8221; pesan tegas alumnus program International Visitor Leadership Program (IVLP) bidang Jurnalisme Investigatif dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ancaman Deepfake dan Bahaya Menjadi &#8220;Bot Gratisan&#8221;</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain etika berkomunikasi, pria yang juga berprofesi sebagai Konsultan Media dan Humas dari Indoriset Communication ini turut membedah ancaman hoaks dan manipulasi kecerdasan buatan (deepfake) yang membuat video palsu terlihat sangat nyata. Ia memberikan peringatan keras kepada siswa yang gemar meneruskan informasi tanpa verifikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau kalian membagikan berita palsu, kalian bukan lagi pengguna teknologi, tapi sudah menjadi bot gratisan bagi penyebar hoaks tersebut,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mengatasi jebakan emosional di dunia maya, Agung menawarkan solusi taktis. Setiap kali emosi memuncak akibat konten ekstrem, pengguna wajib menunda respons selama tiga detik. Menurutnya, budaya &#8220;Saring sebelum Sharing&#8221; adalah kunci utama menjaga rekam jejak digital tetap bersih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam paparannya, Agung juga menyoroti akar masalah dari komentar reaktif di media sosial, yang sering kali dipicu oleh kondisi psikologis yang lelah akibat kecanduan gim daring. Ia menjelaskan bahwa banyak gim sengaja dirancang untuk membajak hormon dopamin pemain, menyebabkan kelelahan otak kronis yang berujung pada ketidakstabilan emosi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau jam tidur kalian berantakan dan kalian marah besar saat main, itu artinya gim tersebut yang memainkan kalian,&#8221; jelasnya. Ia menuntut para remaja untuk memegang kendali penuh atas gawai mereka agar tidak mudah terpancing emosi yang berujung pada kesalahan fatal di media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menanggapi darurat literasi siber di kalangan remaja, Kepala SMK 1 Muhammadiyah Semarang, Lukman Hakim, S.Pd., M.M., menegaskan komitmen institusinya dalam mendidik karakter siswa. Terlebih, sekolah ini baru saja dikukuhkan sebagai &#8220;Sekolah Penguat Karakter Inovatif&#8221; oleh harian Jawa Pos.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Godaan dalam dunia digital itu sangat berat. Dalam praktiknya, kita menolak keras normalisasi ucapan buruk yang sering muncul di media sosial. Anak-anak harus tahu mana yang pantas dan tidak pantas dibagikan,&#8221; ungkap Lukman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beliau menambahkan bahwa kehadiran MPI PDM Kota Semarang sebagai pakar edukasi adalah langkah strategis sekolah. &#8220;Kami ingin lulusan SMK 1 Muhammadiyah Semarang tidak hanya unggul secara akademis dan vokasi, tetapi juga bertransformasi menjadi penguasa teknologi yang bijak, bukan sekadar budak algoritma,&#8221; pungkasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui kegiatan ini, SMK 1 Muhammadiyah Semarang berharap para siswa baru dapat menjadikan literasi digital sebagai fondasi utama dalam memanfaatkan kecepatan dan koneksi internet tanpa batas, demi menunjang kesuksesan karier mereka di masa mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berlokasi strategis di jantung Semarang Tengah, SMK 1 Muhammadiyah Semarang bukan sekadar lembaga pendidikan vokasi biasa. Kami adalah kawah candradimuka yang memadukan keunggulan keterampilan teknologi dengan fondasi karakter Islami yang tangguh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diakui secara bergengsi sebagai &#8220;Sekolah Penguat Karakter Inovatif&#8221; oleh harian Jawa Pos, SMK 1 Muhammadiyah Semarang berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya mahir di dunia industri, tetapi juga cerdas secara emosional dan beretika di era digital. (Adib)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: <a href="https://suaramuhammadiyah.id/read/cegah-jejak-digital-hancurkan-karier-masa-depan" data-type="link" data-id="https://suaramuhammadiyah.id/read/cegah-jejak-digital-hancurkan-karier-masa-depan">Cegah Jejak Digital Hancurkan Karier Masa Depan</a> </p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indoriset.id/kontribusi-nyata-indoriset-communication-edukasi-literasi-digital-untuk-masa-depan-generasi-muda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kearifan Lokal di Era Digital: Kunci Gaya Hidup Berkelanjutan</title>
		<link>https://indoriset.id/kearifan-lokal-di-era-digital-kunci-gaya-hidup-berkelanjutan/</link>
					<comments>https://indoriset.id/kearifan-lokal-di-era-digital-kunci-gaya-hidup-berkelanjutan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin indoriset]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 23:11:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan lokal]]></category>
		<category><![CDATA[native digital]]></category>
		<category><![CDATA[niche-community]]></category>
		<category><![CDATA[self-sufficiency]]></category>
		<category><![CDATA[tren slow living Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indoriset.id/?p=1242</guid>

					<description><![CDATA[Pelajari bagaimana gaya hidup berkelanjutan dan kearifan lokal menjadi solusi digital native hadapi krisis iklim lewat tren slow living Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Oleh: Hadi Santoso, S.T., M.Si.,                                                                                                                                                                                                                                   Peneliti Isu Lingkungan, Penulis Buku Soal Kearifan Lokal Lingkungan Indonesia</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengapa anak muda kota kini terobsesi pada <strong>kearifan lokal</strong>? Jawabannya ada pada kesadaran baru bahwa <strong>gaya hidup berkelanjutan</strong> dimulai dari <strong>cara hidup ramah lingkungan. </strong>Fenomena ini bukan sekadar tren musiman, melainkan reaksi atas kejenuhan hidup urban yang melelahkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di awal tahun 2026 ini, kita menyaksikan pergeseran besar yang terekam jelas di layar ponsel kita. Para <em>digital native</em> tidak lagi sekadar pamer kemewahan atau gaya hidup konsumtif. Sebaliknya, mereka bangga menunjukkan kebun hidroponik di balkon apartemen atau teknik mengolah kompos rumahan yang efektif.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Gali Kearifan Lokal Nusantara</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Gerakan ini membuktikan bahwa<strong> gaya hidup berkelanjutan</strong> telah menjadi identitas baru yang sangat prestisius. Menariknya, mereka tidak lagi mencari inspirasi dari luar negeri, melainkan menggali kembali nilai-nilai luhur <strong><a href="https://www.antaranews.com/berita/3549141/bumi-di-dalam-diri-muncul-di-tengah-tahapan-pemilu-2024" data-type="link" data-id="https://www.antaranews.com/berita/3549141/bumi-di-dalam-diri-muncul-di-tengah-tahapan-pemilu-2024">kearifan lokal</a></strong> Nusantara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Transformasi ini menjadi krusial mengingat tantangan ekologis kita semakin nyata. Berdasarkan data terbaru dari Katadata Insight Center, lebih dari 60% generasi muda di Indonesia menyatakan kecemasan mendalam terhadap masa depan lingkungan mereka. Hal inilah yang mendorong mereka mencari pelarian sekaligus solusi melalui praktik yang lebih membumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pendorong utamanya adalah <strong>tren <em>slow living</em> Indonesia</strong>. Konsep ini mengajak kita untuk hidup lebih lambat, sadar, dan menghargai proses. Namun, jangan salah sangka dengan menganggap mereka meninggalkan modernitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anak muda zaman sekarang justru menggunakan teknologi untuk memodernisasi tradisi. Mereka menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mempelajari &#8220;Pranata Mangsa&#8221; digital—sebuah sistem penanggalan tradisional untuk menentukan waktu tanam yang tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka juga memanfaatkan media sosial untuk membagikan tutorial pengobatan herbal berbasis tanaman obat keluarga (TOGA). Di sini, teknologi digital justru memperpanjang umur tradisi yang hampir punah dan menjadikannya relevan di tengah masyarakat modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, kekuatan komunitas kecil atau<em> <strong>niche-community</strong></em> memainkan peran yang sangat krusial dalam mobilisasi ini. Melalui <em>platform digital</em> seperti <em>Discord</em> atau Telegram, para pegiat lingkungan melakukan gerakan nyata yang melampaui sekadar diskusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka menggalang gerakan<strong> <em>self-sufficiency</em></strong><em> </em>atau <strong>kemandirian pangan </strong>secara kolektif untuk mengurangi ketergantungan pada pasar. Ada kelompok yang melakukan barter benih tanaman asli daerah, ada pula yang mengorganisir sistem pengelolaan limbah organik secara mandiri di tingkat lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inilah bukti bahwa<strong> gaya hidup berkelanjutan</strong> bukan lagi sekadar wacana di atas kertas kebijakan, melainkan aksi nyata yang sangat tangkas dan terorganisir.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Dampak Nyata: Dari Dapur Menuju Ketahanan Nasional</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, kita harus melihat dampak luas dari fenomena ini secara matematis. Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian LHK menunjukkan bahwa sampah organik menyumbang sekitar 40% dari total timbulan sampah nasional. Jika setiap rumah tangga di wilayah perkotaan secara konsisten menerapkan cara hidup ramah lingkungan melalui pengolahan kompos mandiri, kita bisa memangkas emisi gas metana dari TPA secara drastis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berkebun di rumah secara masif juga membantu menurunkan suhu mikro perkotaan dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Angka-angka ini menunjukkan bahwa langkah kecil dari dapur rumah kita memiliki pengaruh besar bagi kesehatan planet ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita tidak boleh lagi menganggap<strong> kearifan lokal </strong>sebagai masa lalu yang usang atau tertinggal. Di tangan generasi yang melek teknologi, nilai-nilai lama ini adalah kompas paling akurat menuju masa depan yang lebih hijau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Transisi menuju masyarakat yang lebih berkelanjutan tidak harus berarti meninggalkan kenyamanan, melainkan menyesuaikan cara kita berinteraksi dengan alam. Kita bisa hidup lebih berkualitas dengan mengadopsi<strong> <em>slow living</em> Indonesia</strong> yang bertanggung jawab tanpa kehilangan konektivitas global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, gerakan ini perlu kita dukung secara sistemik. Pemerintah dan sektor swasta harus mulai melirik potensi kemandirian komunitas ini sebagai mitra strategis dalam mitigasi perubahan iklim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan berupa regulasi pengelolaan sampah yang lebih berpihak pada komunitas atau insentif bagi ruang hijau produktif akan mempercepat transformasi ini. Kita harus memastikan bahwa tren positif ini tidak berhenti sebagai hobi sesaat di media sosial, melainkan menjadi fondasi baru cara kita bernegara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai penutup, mari kita mulai satu langkah kecil dari rumah hari ini. Entah itu dengan mulai memilah sampah, menanam sayuran di pot, atau sekadar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Sebab, perubahan besar selalu berawal dari keputusan individu yang sadar dan peduli pada keberlangsungan bumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kearifan lokal</strong> telah memberi kita peta; kini saatnya generasi <em>digital native </em>yang memegang kemudi untuk membawa kita keluar dari krisis iklim ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://indoriset.id/buku-bumi-di-dalam-diri-muncul-di-tengah-tahapan-pemilu-2024/" data-type="link" data-id="https://indoriset.id/buku-bumi-di-dalam-diri-muncul-di-tengah-tahapan-pemilu-2024/">Buku Bumi di Dalam Diri, Muncul di Tengah Tahapan Pemilu 2024</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indoriset.id/kearifan-lokal-di-era-digital-kunci-gaya-hidup-berkelanjutan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Survei Indoriset Strategis: Paslon 02 Ungguli 01 di Pilwalkot Semarang</title>
		<link>https://indoriset.id/survei-indoriset-strategies-paslon-02-ungguli-01-di-pilwalkot-semarang/</link>
					<comments>https://indoriset.id/survei-indoriset-strategies-paslon-02-ungguli-01-di-pilwalkot-semarang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin indoriset]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2024 09:24:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Berita]]></category>
		<category><![CDATA[partai]]></category>
		<category><![CDATA[Pileg]]></category>
		<category><![CDATA[pilwakot]]></category>
		<category><![CDATA[pilwakot semarang 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indoriset.id/?p=1217</guid>

					<description><![CDATA[Semarang &#8211; Indoriset Strategies melakukan survei terkait Pilwalkot Semarang. Hasilnya elektabilitas Paslon nomor 02, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) unggul jauh dari pasangan nomor urut 01, Agustina Wilujeng-Iswar Aminuddin (Jaguar).Survei dilakukan pada 24 hingga 28 September 2024 dengan jumlah 440 responden warga Kota Semarang yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Survei ini menggunakan metode multistage [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-16 wp-block-paragraph"><strong>Semarang</strong> &#8211; Indoriset Strategies melakukan survei terkait Pilwalkot Semarang. Hasilnya elektabilitas Paslon nomor 02, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) unggul jauh dari pasangan nomor urut 01, Agustina Wilujeng-Iswar Aminuddin (Jaguar).<br>Survei dilakukan pada 24 hingga 28 September 2024 dengan jumlah 440 responden warga Kota Semarang yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Survei ini menggunakan metode multistage random sampling secara tatap muka dengan margin of error sebesar 4,77 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-17 wp-block-paragraph">Peneliti Indoriset Strategies, Mukhlis Raya mengatakan tingkat keterpilihan Yoyok-Joss sebesar 62 persen, mengungguli Jaguar yang memiliki elektabilitas 17,5 persen. Ia menyebur masih ada 20 persen suara yang belum menentukan pilihan (undecided voters) dan hanya 0,5 persen berpotensi golput.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-18 wp-block-paragraph">&#8220;Berdasarkan hasil survei, pasangan Yoyok-Joss memperoleh tingkat keterpilihan 62 persen, sedangkan pasangan Jaguar meraih 17.5 persen suara,&#8221; kata Mukhlis dalam FGD &#8220;Membaca Peta Politik Pilwakot Semarang 2024 Jilid 5; Merebut Swing Voters&#8221; di Kota Lama Semarang, Kamis (10/10/2024).</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-19 wp-block-paragraph">Ia menyebut paslon Yoyok-Joss unggul di semua kategori usia, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Faktor yang mempengaruhi keunggulan paslon itu yaitu pengalaman, kinerja, visi misi, hingga asal daerah. Sedangkan elektabilitas Paslon 01 paling dipengaruhi visi misi, pengalaman, partai pengusung hingga gender.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-20 wp-block-paragraph">&#8220;Pasangan Yoyok-Joss unggul di semua kategori pemilih berdasarkan usia, tingkat pendidikan, dan pekerjaan,&#8221; ujar Mukhlis.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-21 wp-block-paragraph">Mukhlis menilai, jika melihat sisa masa kampanye, Yoyok-Joss lebih berpeluang memperkuat elektabilitas, terutama dengan menarik pemilih yang belum menentukan pilihan. Sementara itu, pasangan Jaguar masih memiliki kesempatan untuk meraih simpati pemilih dengan mengoptimalkan mesin partai dan isu gender.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-22 wp-block-paragraph">&#8220;Jumlah undecided voters yang mencapai 20 persen cukup signifikan, sehingga setiap calon perlu lebih mengefektifkan strategi kampanye untuk memaksimalkan potensi ini,&#8221; tegasnya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-23 wp-block-paragraph">Selain soal survei, dalam FGD yang digelar FOMOS itu juga dibahas terkait peluang merebut suara sering voter atau pemilih yang dapat mengubah pilihan saat hari pencoblosan 27 November 2024. Pengamat aolitik asal Universitas Negeri Semarang (UNNES) Aris Munandar mengatakan swing voters cenderung tidak terikat pada ideologi partai dan bisa dipengaruhi isu-isu terkini serta gagasan yang ditawarkan kedua paslon.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-24 wp-block-paragraph">&#8220;Swing voters akan melihat bagaimana paslon berkampanye, gagasannya yang disampaikan, misalnya terkait cara mengatasi banjir dan rob, mengatasi kemacetan, isu-isu tenaga kerja, infrastruktur, transportasi, dan lain-lain,&#8221; kata Aris.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-25 wp-block-paragraph">&#8220;Swing voters ini ada yang gampang dipengaruhi atau berpindah hati dan ada yang susah. Tergantung bagaimana paslon dan tim sukses menggiring mereka,&#8221; imbuhnya.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-26 wp-block-paragraph">Sementara itu Muhammad Shabiq Kamalul Haq yang yang merupakan anak muda yang menjabat Ketua HIPMI Pesantren Jawa Tengah menyoroti fenomena menarik dalam Pilwakot Semarang. Yaitu kebutuhan spiritual generasi muda yang belum disentuh kedua paslon.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-27 wp-block-paragraph">Menurutnya, baik pasangan Yoyok-Joss dan Jaguar masih berfokus pada kebutuhan fisik atau jasmani dan cenderung mengabaikan unsur rohani. Pihaknya menyarankan kedua paslon untuk lebih menyinggung hal-hal yang berkaitan dengan rohani.</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-28 wp-block-paragraph">&#8220;Misalnya isu tentang pencemaran lingkungan ini kan sebenarnya berkaitan dengan rohani, bagaimana masyarakat bisa hidup aman dan tenang terbebas dari banjir. Bagaimana mereka mendapatkan kasih sayang merasa diperhatikan,&#8221; ungkap Shabiq.</p>



<p class="has-vivid-red-color has-text-color has-link-color wp-elements-29 wp-block-paragraph">Sumber Berita : https://www.detik.com/jateng/pilkada/d-7581931/survei-indoriset-strategies-paslon-02-ungguli-01-di-pilwalkot-semarang</p>



<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-30 wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indoriset.id/survei-indoriset-strategies-paslon-02-ungguli-01-di-pilwalkot-semarang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Survei Pilwakot Semarang 2024 :                                 Mbak Ita Terpopuler, Yoyok Paling Disukai</title>
		<link>https://indoriset.id/survei-pilwakot-semarang-2024-mbak-ita-terpopuler-yoyok-paling-disukai/</link>
					<comments>https://indoriset.id/survei-pilwakot-semarang-2024-mbak-ita-terpopuler-yoyok-paling-disukai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin indoriset]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jul 2024 07:10:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[hasilsurveiterbaru]]></category>
		<category><![CDATA[pilwakot]]></category>
		<category><![CDATA[pilwakot semarang 2024]]></category>
		<category><![CDATA[pilwakotkotasemarang]]></category>
		<category><![CDATA[survei]]></category>
		<category><![CDATA[surveipolitikterbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indoriset.id/?p=1055</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG &#8211; Fakta menarik terungkap dalam survei terbaru Pilwakot Semarang 2024 yang dilaksanakan lembaga Indoriset Strategis. Dalam&#160; hal popularitas, Mbak Ita sebagai calon petahana masih memimpin di puncak. Namun secara tingkat kesukaan, dirinya disalip oleh Yoyok Sukawi, politisi Partai Demokrat, dengan angka tipis. &#8220;Mbak Ita sementara ini masih memimpin tingkat popularitasnya dengan prosentase 97,4%. Disusul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>SEMARANG </strong>&#8211; Fakta menarik terungkap dalam survei terbaru Pilwakot Semarang 2024 yang dilaksanakan lembaga Indoriset Strategis. Dalam&nbsp; hal popularitas, Mbak Ita sebagai calon petahana masih memimpin di puncak. Namun secara tingkat kesukaan, dirinya disalip oleh Yoyok Sukawi, politisi Partai Demokrat, dengan angka tipis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Mbak Ita sementara ini masih memimpin tingkat popularitasnya dengan prosentase 97,4%. Disusul Yoyok Sukawi 86,8, Soemarmo 63,1% dan Ade Bhakti 43,8%. Namun, secara tingkat kesukaan Yoyok Sukawi tertinggi diantara calon wali kota lainnya dengan prosentase 49,6%. Posisi kedua ditempati oleh Ade Bhakti dengan prosentase 48,3%. Mbak Ita sendiri sebagai petahana berada di urutan ketiga dengan 47,7%,&#8221; tandas peneliti dari lembaga survei Indoriset Strategis Galih Pramilu Bakti dalam keterangannya,Sabtu (29/6/2024), di Semarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Survei yang dilaksanakan pada 8 hingga 14 Juni 2024 ini melibatkan 600 responden yang dipilih secara acak dan merata di seluruh wilayah Kota Semarang. Metodologi yang digunakan adalah multistage random sampling dengan <em>margin of error</em> sebesar ± 4,08% pada tingkat kepercayaan 95 persen. Dari total sampel, sebanyak 544 responden berhasil diwawancarai oleh 30 petugas yang telah dilatih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam hal elektabilitas,<em> top of mind </em>atau jawaban spontan responden, seperti sudah diduga sebelumnya Mbak Ita masih memimpin secara umum dengan prosentase 33,5%. Diikuti oleh Yoyok Sukawi&nbsp; 26,8% dan Ade Bhakti 10,3%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika dibuat tiga simulasi, pasangan Mb Ita dengan siapapun wakilnya (Ade Bhakti, Arnaz, Anasom), secara umum akan memperoleh suara tertinggi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal yang cukup mengejutkan terjadi jika Yoyok Sukawi berpasangan dengan Ade Bhakti. Pasangan Yoyok Sukawi-Ade Bhakti memperoleh suara yang cukup tinggi dengan prosentase 35,3%, mengalahkan pasangan lainnya Mbak Ita-Arnaz (23,7%), Soemarmo-Wawan (3,5%), Iswar-Arnaz (0,9%).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun responden yang belum menentukan pilihan dalam simulasi ini masih cukup tinggi. Ada di kisaran 38 hingga 46 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Yoyok Pesaing Terberat</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Galih Pramilu, tingkat kemantapan pilihan responden masih sekitar 50 persen, dengan <em>undecided voters</em> (pemilih yang belum menentukan pilihan) mencapai 30 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sebagian besar responden menyatakan masih menunggu visi-misi calon, kepastian calon dari KPU, dan masa kampanye sebelum memutuskan pilihannya,&#8221; tambah Galih Pramilu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun demikian, lanjut Galih, survei ini telah menunjukkan bahwa Yoyok Sukawi menjadi pesaing terberat petahana dalam memenangkan Pilwakot Semarang 2024. CEO grup sepakbola PSIS itu semakin menguatkan posisinya sebagai calon yang paling disukai oleh warga Semarang, menempatkannya dalam posisi yang sangat strategis jelang pemilihan tanggal 27 November mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indoriset.id/survei-pilwakot-semarang-2024-mbak-ita-terpopuler-yoyok-paling-disukai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hasil Survei Terbaru, Elektabilitas Tiga Kandidat Ini Bersaing Ketat Di Pilwakot Semarang !</title>
		<link>https://indoriset.id/hasil-survei-terbaru-elektabilitas-tiga-kandidat-ini-bersaing-ketat-di-pilwakot-semarang/</link>
					<comments>https://indoriset.id/hasil-survei-terbaru-elektabilitas-tiga-kandidat-ini-bersaing-ketat-di-pilwakot-semarang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin indoriset]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jul 2024 01:39:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[pilwakot]]></category>
		<category><![CDATA[pilwakot semarang 2024]]></category>
		<category><![CDATA[survei]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indoriset.id/?p=1037</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG, suaramerdeka.com&#8211; Lembaga riset independen, Indo Riset Strategis merilis hasil survei terkini terkait elektabilitas para tokoh yang bakal meramaikan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2024. Peneliti dari Indo Riset Strategis, Galih Pramilu Bakti menyebut, sejumlah tokoh menempati urutan teratas dalam hal tingkat keterpilihan. Tiga tokoh atau nama yang bersaing ketat yakni petahana Hevearita Gunaryanti Rahayu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>SEMARANG, <strong>suaramerdeka.com</strong></strong>&#8211; Lembaga riset independen, Indo Riset Strategis merilis hasil survei terkini terkait elektabilitas para tokoh yang bakal meramaikan Pemilihan Wali Kota (<a href="https://www.suaramerdeka.com/tag/pilwalkot">Pilwalkot</a>) Semarang 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peneliti dari Indo Riset Strategis, Galih Pramilu Bakti menyebut, sejumlah tokoh menempati urutan teratas dalam hal tingkat keterpilihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tiga tokoh atau nama yang bersaing ketat yakni petahana Hevearita Gunaryanti Rahayu (<a href="https://www.suaramerdeka.com/tag/mbak-ita">Mbak Ita</a>),&nbsp;<a href="https://www.suaramerdeka.com/tag/yoyok-sukawi">Yoyok Sukawi</a>&nbsp;dan&nbsp;<a href="https://www.suaramerdeka.com/tag/ade-bhakti">Ade Bhakti</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka memiliki persentase elektabilitas teratas dari sekian nama atau tokoh yang muncul. Hasilnya, Ita memiliki 33,5 persen, Yoyok Sukawi 26,8 persen dan Ade Bhakti 10,3 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Selebihnya ada nama-nama seperti Iswar Aminuddin, Soemarmo, Ady Setiawan, KH Anasom, dan lainnya,&#8221; kata Galih pada FGD yang diselenggarakan oleh Forum Media Online Kota Semarang (Fomos) di Hotel Neo Semarang, Jumat (28/6).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil survei ini juga menunjukkan tingkat pengetahuan publik tentang Pilwakot relatif tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun survei ini melibatkan 600 responden secara proporsional, acak dan merata di seluruh wilayah Kota Semarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 4,08 persen. Survei dilakukan pada rentang waktu 8-14 Juni 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain tingkat keterpilihan, pihaknya juga merilis tingkat popularitas calon. Hasil tertinggi ditempati Ita, disusul Yoyok dan Soemarmo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Menariknya kalau dari sisi tingkat kesukaan, justru tertinggi Yoyok Sukawi, Ade Bhakti, dan Ita,&#8221; sebutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menanggapi hasil survei tersebut, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Unika Soegijapranata, Andreas Pandiangan menilai, latar belakang partai pengusung masing-masing kandidat memiliki peran penting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Partai menjadi penting, walaupun tidak dominan dibanding dengan modal sosial, rekam jejak kandidat. Maka ini perlu disampaikan sejak awal,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut dia, hal terpenting yang perlu diedukasi ke masyarakat adalah pertimbangan dalam memilih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemilih harus memilih berdasarkan program atau visi-misi yang diusung kandidat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Masyarakat harus memilih karena programnya yang sesuai. Jangan sampai memilih tanpa pertimbangan,&#8221; sebutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Dosen FISIP Undip, Yoga Putra Prameswari mengaku tak kaget dengan nama-nama yang muncul atau potensial dalam kontestasi Pilwakot 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasalnya, sebagian besar dari nama-nama tersebut merupakan tokoh-tokoh lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kuncinya sekarang tinggal siapa yang mendapat peluang rekomendasi di tingkat partai. Bagi saya tidak mengagetkan jika-jika nama seperti Ade Bhakti, Yoyok, Ita, Arnaz, Iswar yang muncul,&#8221; jelasnya.</p>



<div class="wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-2c90304e wp-block-group-is-layout-flex">
<div class="wp-block-group is-vertical is-content-justification-left is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-fac2cdea wp-block-group-is-layout-flex">
<p class="has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-33 wp-block-paragraph">Sumber Berita : </p>



<p class="has-vivid-red-color has-text-color has-link-color wp-elements-34 wp-block-paragraph"><a href="https://www.suaramerdeka.com/semarang-raya/0413011361/hasil-survei-terbaru-elektabilitas-tiga-kandidat-ini-bersaing-ketat-di-pilwalkot-semarang">https://www.suaramerdeka.com/semarang-raya/0413011361/hasil-survei-terbaru-elektabilitas-tiga-kandidat-ini-bersaing-ketat-di-pilwalkot-semarang</a></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indoriset.id/hasil-survei-terbaru-elektabilitas-tiga-kandidat-ini-bersaing-ketat-di-pilwakot-semarang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perubahan Kebijakan Publik Perlu Paradoks Kebijakan</title>
		<link>https://indoriset.id/perubahan-kebijakan-publik-perlu-paradoks-kebijakan/</link>
					<comments>https://indoriset.id/perubahan-kebijakan-publik-perlu-paradoks-kebijakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin indoriset]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 May 2024 04:49:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#KebijakanPublic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indoriset.id/?p=1029</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG: Kebijakan Publik merupakan salah satu pokok bahasan yang paling banyak dibicarakan, baik dikalangan akademisi, praktisi, maupun masyarakat awam. Namun masing-masing pihak memiliki persepsi yang berbeda.&#160; Kaum akademisi mengkaji kebijakan publik sebagai produk politik, produk hukum, bahkan sebagai media untuk memecahkan masalah problem solver. Sementara kalangan praktisi memandang kebijakan publik sebagai rangkaian peraturan perundang-undangan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">SEMARANG: Kebijakan Publik merupakan salah satu pokok bahasan yang paling banyak dibicarakan, baik dikalangan akademisi, praktisi, maupun masyarakat awam. Namun masing-masing pihak memiliki persepsi yang berbeda.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kaum akademisi mengkaji kebijakan publik sebagai produk politik, produk hukum, bahkan sebagai media untuk memecahkan masalah <em>problem solver</em>. Sementara kalangan praktisi memandang kebijakan publik sebagai rangkaian peraturan perundang-undangan yang menjadi acuan dalam bertindak. Adapun masyarakat umum mengidentikkan kebijakan publik dengan keberpihakan pemerintah terhadap suatu isu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai perspektif inilah yang mendorong berkembangnya studi kebijakan publik, termasuk studi tentang implementasi kebijakan publik. Sebaik apapun substansi suatu kebijakan publik, tidak akan berfaedah tanpa diimplementasikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut menjadi latar belakang penyelenggaraan kegiatan kuliah <em>Public Lecture</em>&nbsp; yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP Unnes), Selasa (28/5/2024), di gedung C7, FISIP Unnes. Hadir sebagai narasumber pakar kebijakan publik direktur lembaga riset sosial Indoriset Strategis Widi Nugroho, S.A.P, M.A.P.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam acara yang dimoderatori oleh Dr. Cahyo Seftyono, MA itu,&nbsp; Widi menyampaikan materi tentang implementasi dalam pengambilan kebijakan yang berpihak kepada nilai keadilan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Widi memberikan contoh, implementasi kebijakan yang berpihak pada masyarakat di Tambakrejo Semarang. Dari kebijakan yang semula tidak diakui, masyarakat belum punya tempat huni serta minim program lalu berubah menjadi kebijakan yang diakui pemerintah, memiliki usaha, koneksi luas serta banyak tawaran.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Untuk menuju perubahan kebijakan memang perlu melakukan paradoks kebijakan dan menyamakan visi,&#8221;tegas Widi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kesempatan tersebut, Widi juga memberikan saran bagi mahasiswa untuk lebih aktif mencari banyak pengetahuan dan pengalaman di dalam dan luar kampus. Hal ini akan memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa sendiri di masa yang akan datang.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indoriset.id/perubahan-kebijakan-publik-perlu-paradoks-kebijakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pilkada Kota Semarang: Siapa siap memimpin?</title>
		<link>https://indoriset.id/pilkada-kota-semarang-siapa-siap-memimpin/</link>
					<comments>https://indoriset.id/pilkada-kota-semarang-siapa-siap-memimpin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin indoriset]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2024 03:28:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Pilkad2024]]></category>
		<category><![CDATA[#PilkadaKotaSemarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indoriset.id/?p=1003</guid>

					<description><![CDATA[Pemilihan umum Kota Semarang 2024 dijadwalkan akan berlangsung pada 27 November 2024 untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Semarang periode 2024-2029. Sejumlah nama telah muncul sebagai kandidat potensial yang siap ikut serta dalam kontestasi politik di Kota lumpia tersebut. Widi Nugroho, selaku Direktur Indoriset Strategis menyebut saat ini ada tujuh nama yang potensial menjadi kandidat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pemilihan umum Kota Semarang 2024 dijadwalkan akan berlangsung pada 27 November 2024 untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Semarang periode 2024-2029. Sejumlah nama telah muncul sebagai kandidat potensial yang siap ikut serta dalam kontestasi politik di Kota lumpia tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Widi Nugroho, selaku Direktur Indoriset Strategis menyebut saat ini ada tujuh nama yang potensial menjadi kandidat Walikota Semarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&nbsp;“Opsi itu Bu Ita <em>(Incumbent)</em>, Pak Iswar (Sekda), Pak Yoyok Sukawi, Pak Arnas, Pak Pilus (Kadar Lusman, SE, MM), Pak Joko Santoso, dan Bu Tiya (Istri Pak Hendi)”. Kata Widi saat Podcast Bersama Tirbun Jateng , (Rabu 20/3/024).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pilkada Kota Semarang kali ini diprediksi akan berlangsung cukup ramai. Karena banyaknya calon yang sudah muncul. Widi menyampaikan  “Saat ini opsi yang tersedia di kota semarang menjadi lebih variatif. Karena Sebelumnya, figur Mas Hendi sangat dominan didukung dengan program yang sudah nyaman terlaksana dan dirasakan oleh masyarakat. Sekarang lebih banyak opsi yang muncul di Kota Semarang”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Pilkada Kota Semarang tahun ini, juga terdapat fenomena unik yang bisa terjadi. Yaitu peluang pilkada tanpa petahana. Mengingat Ibu Ita, selaku Walikota saat ini telah menyatakan diri tidak akan maju dalam pilkada semarang kali ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Secara verbal, Bu Ita sudah mengatakan tidak maju pemilihan walikota semarang” tutur Widi. Namun ketua lembaga riset itu melanjutkan, bahwa “kuat sekali arus di bawah yang menginginkan Bu Ita kembali maju”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini tentu menarik untuk diamati. Karena selain pilihan pribadi, arus dukungan dan keputusan partai yang menaungi Bu Ita selama ini juga memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan apakah akan kembali memberi mandat atau tidak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Widi mengungkapkan, setidaknya ada dua faktor yang menyebabkan Kepemimpinan Kota Semarang menjadi menarik untuk diperebutkan. Pertama, Semarang adalah Kota Sorotan Utama karena merupakan kota basis PDIP dengan jumlah penduduk terbesar di Provinsi Jawa Tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, faktor fiskal “Kota Semarang memiliki fiskal yang besar sehingga wajar jika banyak calon yang berminat menjadi Walikota Semarang. (Senilai) Rp5,2 triliun”. Lanjut Widi. &nbsp;“apabila hendak menggaet program dari pusat relatif lebih mudah, sebagai contoh penanganan banjir. Semarang lebih mudah mendapatkan perhatian dari pusat dibandingkan Demak. Padahal, kondisi banjir di Demak jauh lebih parah”.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indoriset.id/pilkada-kota-semarang-siapa-siap-memimpin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koalisi Politik Pusat, Pengaruhi Kontestasi Politik Daerah</title>
		<link>https://indoriset.id/koalisi-politik-pusat-pengaruhi-kontestasi-politik-daerah/</link>
					<comments>https://indoriset.id/koalisi-politik-pusat-pengaruhi-kontestasi-politik-daerah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin indoriset]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2024 03:02:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#KontestasiPolitik]]></category>
		<category><![CDATA[#Pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[#Pilkada2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indoriset.id/?p=999</guid>

					<description><![CDATA[Pesta demokrasi terbesar di indonesia telah usai, dengan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Gibran dinyatakan sebagai pemenangnya. Pasangan tersebut memperoleh 96.214.691 (58,59%) suara. Sementara pasangan nomor urut 01 Anies-Muhaimin dan paslon nomor urut 03 Ganjar-Mahfud masing-masing memperoleh 40.971.906 Suara (24,95%) dan 27.040.878 suara (16,47%). Setelah pesta akbar pemilu nasional berakhir, kini rakyat Indonesia tengah bersiap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pesta demokrasi terbesar di indonesia telah usai, dengan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Gibran dinyatakan sebagai pemenangnya. Pasangan tersebut memperoleh 96.214.691 (58,59%) suara. Sementara pasangan nomor urut 01 Anies-Muhaimin dan paslon nomor urut 03 Ganjar-Mahfud masing-masing memperoleh 40.971.906 Suara (24,95%) dan 27.040.878 suara (16,47%).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah pesta akbar pemilu nasional berakhir, kini rakyat Indonesia tengah bersiap menyambut pemilihan kepala daerah di sejumlah wilayah. Partai politik pun tak lupa mempersiapkan kader dan strategi terbaiknya untuk memenangkan pemilukada di beberapa daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indoriset strategis mengungkapkan, bahwa kontestasi politik di Tingkat pusat memiliki dampak langsung pada kontestasi politik di daerah. Setidaknya ada dua hal yang dipengaruhi oleh kontestasi politik pusat. Pertama, pembentukan koalisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kontestasi politik di pusat akan merangkai konstestasi di daerah dan Koalisi nasional yang ada saat ini memperngaruhi koalisi dan figur yang akan diusung di daerah” kata Widi Nugroho Direktur Indo Riset Strategis pada Podcast you tube di Tribun Jateng.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Widi juga mengatakan bahwa partai Golkar dan gerindra (koalisi 02) berpeluang kembali berkoalisi di Jawa Tengah. Namun masih perlu melihat siapa yang akan me“lead” dan siapa yang akan menjadi figur yang diusung.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, eskalasi partai berlambang ka’bah (PPP) dan partai berlambang banteng (PDIP) juga masih belum bisa dipastikan apakah akan tetap melanjutkan koalisi atau tidak. Mengingat perolehan suara PPP sangat babak belur di Jawa Tengah. Namun di sisi lain, pasangan gubernur dan wakil gubernur saat ini Ganjar Pranowo-Taj Yasin adalah koalisi PDIP-PPP yang dinilai cukup berhasil menjalankan pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara di koalisi 01, PKS dan PKB juga masih perlu membuat kalkulasi apakah tetap solid atau akan menjadi cair. Karena dalam pemilihan legislatif, perolehan kursi PKS dan Nasdem dari Jawa Tengah meningkat di tingkat nasional. Namun PKB justru kehilangan dua kursi di senayan. Akan tetapi, jumlah kursi yang dimiliki PKB di DPRD Provinsi Jawa Tengah masih tetap berjumlah 20 kursi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Widi memprediksi, koalisi di daerah akan dibangun dari pusat. Rekomendasi calon kepala daerah akan dibuat melalui sekretariat bersama. Mengingat kontestasi pemilu di daerah sangat dinamis, maka peran koalisi di pusat menjadi penting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, faktor figur. Yang tak kalah penting dalam menyambut pilkada adalah figur yang akan diusung. Sebagai contoh pilkada Jawa Tengah. Widi mengungkapkan, saat ini sudah ada beberapa nama yang menjadi kandidat potensial untuk maju dalam kontestasi politik di provinsi tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diantaranya adalah Bambang Pacul (PDIP), Hendra Prihadi dari koalisi 03. Di koalisi 01, terdapat nama  Gus Yusuf (Ketua DPW PKB Jawa Tengah).  Selanjutnya adalah Adiko dan Daryanto dari koalisi 02. Selain nama-nama tersebut, ada satu nama yang tak kalah potensial yaitu Kaesang Pangarep. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut dinilai bisa menjadi figur penengah diantara calon yang ada di koalisi 02. Mengingat sosoknya yang masih muda diharapkan dapat menarik pemilih dari kalangan pemula.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam analisisnya, Indoriset strategis menemukan bahwa, salah satu faktor pendongkrak perolehan suara Prabowo-Gibran di Jawa Tengah adalah sosok Gibran. Mengingat dua kali pemilihan sebelumnya, Prabowo hanya mendapatkan suara di angka 4 jutaan saja dari provinsi tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini tentu dapat menjadi pertimbangan penting apabila koalisi 02 berniat mengusung Kaesang Pangarep sebagai calon Gubernur Jawa Tengah.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indoriset.id/koalisi-politik-pusat-pengaruhi-kontestasi-politik-daerah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KAJIAN INDEKS PENGELUARAN WISATAWAN Di Kabupaten Wonosobo Tahun 2023</title>
		<link>https://indoriset.id/kajian-indeks-pengeluaran-wisatawan-di-kabupaten-wonosobo-tahun-2023/</link>
					<comments>https://indoriset.id/kajian-indeks-pengeluaran-wisatawan-di-kabupaten-wonosobo-tahun-2023/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin indoriset]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2024 08:49:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Publikasi]]></category>
		<category><![CDATA[#Indeks]]></category>
		<category><![CDATA[#Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[#LaporanAkhir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indoriset.id/?p=989</guid>

					<description><![CDATA[Laporan Akhir Undang – Undang No 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan telah menyebutkan definisi pariwisata yaitu berbagai macam kegiatan yang didukung oleh berbagai fasilitas dan layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, dan pemerintah. Sementara pariwisata menurut United Nation World Tourism Organization (UNWTO) adalah aktivitas perjalanan dan tinggal seseorang ataupun kelompok di luar lokasi tempat tinggal untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color wp-elements-37 wp-block-paragraph">Laporan Akhir</p>



<p class="wp-block-paragraph">Undang – Undang No 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan telah menyebutkan definisi pariwisata yaitu berbagai macam kegiatan yang didukung oleh berbagai fasilitas dan layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, dan pemerintah. Sementara pariwisata menurut United Nation World Tourism Organization (UNWTO) adalah aktivitas perjalanan dan tinggal seseorang ataupun kelompok di luar lokasi tempat tinggal untuk sementara atau tidak lebih dari 1 tahun berurutan yang bertujuan untuk liburan ataupun pengembangan bisnis. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai negara telah membuktikan peran pariwisata dalam meningkatkan ekonomi negara dan pendapatan masyarakat lokal. Kawasan pariwisata yang dikelola dengan baik dapat berperan dalam penyerapan tenaga kerja, sumber pendapatan daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setidaknya ada 5 komponen dasar yang akan mempengaruhi daya tarik dan tingkat pengeluaran wisatawan mengunjungi suatu kawasan wisata, yaitu: atraksi dan kegiatan wisata, akomodasi, fasilitas dan pelayanan wisata, fasilitas transportasi, dan infrastruktur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tingkat pengeluaran wisatawan dapat menjadi indikator dalam kesuksesan manajemen pengelolaan kawasan pariwisata. Berdasarkan pengeluaran belanja, terdapat 2 karakteristik wisatawan, yaitu Shopping Tourists dan Tourism Shoppers. Shopping tourists adalah kelompok wisatawan yang berwisata untuk belanja sebagai alasan utama. Sementara tourism shoppers adalah kelompok wisatawan yang berwisata sebagai tujuan utama. Variable yang digunakan untuk mengukur indeks pengeluaran wisatawan dalam penelitian ini meliputi: pengeluaran wisatawan untuk transportasi, penginapan/akomodasi, makan dan minum, belanja, dan pembelanjaan lainnya.</p>



<p class="has-vivid-red-color has-text-color has-link-color wp-elements-38 wp-block-paragraph"><em><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-black-color">Baca Juga Kajian Lainnya :</mark> <a href="https://indoriset.id/kajian-indeks-demokrasi-indonesia-di-kabupaten-wonosobo-tahun-2023/">https://indoriset.id/kajian-indeks-demokrasi-indonesia-di-kabupaten-wonosobo-tahun-2023/</a></em></p>



<p class="wp-block-paragraph">&nbsp;Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif statistik dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wisatawan di Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini menggunakan metode non probability sampling, yaitu purposive sampling. Sugiyono (2010) menyatakan bahwa purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel atas dasar pertimbangan-pertimbangan tertentu.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indoriset.id/kajian-indeks-pengeluaran-wisatawan-di-kabupaten-wonosobo-tahun-2023/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KAJIAN INDEKS TOLERANSI INDONESIA Di Kabupaten Wonosobo Tahun 2023</title>
		<link>https://indoriset.id/kajian-indeks-toleransi-indonesia-di-kabupaten-wonosobo-tahun-2023/</link>
					<comments>https://indoriset.id/kajian-indeks-toleransi-indonesia-di-kabupaten-wonosobo-tahun-2023/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin indoriset]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2024 08:40:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Publikasi]]></category>
		<category><![CDATA[#Indeks]]></category>
		<category><![CDATA[#Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[#LaporanAkhir]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indoriset.id/?p=986</guid>

					<description><![CDATA[Laporan Akhir Toleransi atau toleran secara bahasa kata ini berasal dari bahasa latin tolerare yang berarti &#8220;menanggung&#8221;, &#8220;menerima dengan sabar&#8221;, atau &#8220;membiarkan&#8221;.&#160; Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, toleransi diartikan sebagai sikap menghargai pendirian, pendapat, pandangan, ke[ercayaan, kebiasaan, kelakuan dan sebagainya&#160; yang berbeda dan atau yang bertentangan dengan pendiriannya. Pendefinisian “Toleransi“ berdasarkan Statistik Modal Sosial Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color wp-elements-41 wp-block-paragraph">Laporan Akhir</p>



<p class="wp-block-paragraph">Toleransi atau toleran secara bahasa kata ini berasal dari bahasa latin tolerare yang berarti &#8220;menanggung&#8221;, &#8220;menerima dengan sabar&#8221;, atau &#8220;membiarkan&#8221;.&nbsp; Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, toleransi diartikan sebagai sikap menghargai pendirian, pendapat, pandangan, ke[ercayaan, kebiasaan, kelakuan dan sebagainya&nbsp; yang berbeda dan atau yang bertentangan dengan pendiriannya. Pendefinisian “Toleransi“ berdasarkan Statistik Modal Sosial Indonesia 2014 adalah “<em>salah satu perwujudan moda sosial kognitif yang dipahami sebagai sikap mau menerima dan menghargai perbedaan diantara anggota masyarakat</em>”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penerapan Indikator Toleransi dalam kajian IKU ini dilakukan untuk mengukur nilai toleransi masyarakat dalam menerima kegiatan agama dan suku lain di lingkungan tempat tinggal. Hal ini dinilai sangat relevan, mengingat adanya keberagaman agama dan suku yang ada di masyarakat Kabupaten Wonosobo. Kondisi seperti ini mampu memberikan tantangan berupa konflik dan segala hal penghambat dalam rangka mencapai tujuan pembangunan Kabupaten Wonosobo. Terdapat dua komponen yang digunakan dalam Indikator Toleransi, antara lain: toleransi agama dan toleransi suku. Adapun indikator penyusun yang digunakan terdiri dari dua komponen yaitu bersahabat/bertetangga dengan anak yang berbeda agama dan toleransi kegiatan agama lain, serta bersahabat/bertetangga dengan anak yang berbeda suku dan toleransi kegiatan suku lain.</p>



<p class="has-vivid-red-color has-text-color has-link-color wp-elements-42 wp-block-paragraph"><em><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-black-color">Baca Juga Kajian Lainnya :</mark> <a href="https://indoriset.id/kajian-indeks-kerukunan-umat-indonesia-di-kabupaten-wonosobo-tahun-2023/">https://indoriset.id/kajian-indeks-kerukunan-umat-indonesia-di-kabupaten-wonosobo-tahun-2023/</a></em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan penelitian yang digunakan untuk mengukur tingkat indeks toleransi adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitaif adalah suatu pendekatan yang secara primer menggunakan paradigma postpositivist dalam mengembangkan ilmu pengetahuan (seperti pemikiran tentang sebab akibat, reduksi kepada variabel, hipotesis, dan pertanyaan spesifik menggunakan pengukuran dan observasi, serta pengujian teori), menggunakan strategi penelitian seperti eksperimen dan survei yang memerlukan data statistik. Dalam penelitian ini, peneliti Mengikuti Teknik Penghitungan dalam Statistik Modal Sosial oleh BPS Tahun 2014, Indeks Toleransi Kabupaten dihitung dengan penimbang terhadap aspek dan indikator. Penimbang didapatkan dari metode <em>Analytical Hierarchy Process</em> (AHP).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indoriset.id/kajian-indeks-toleransi-indonesia-di-kabupaten-wonosobo-tahun-2023/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 10/178 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching using Redis

Served from: indoriset.id @ 2026-10-04 01:57:08 by W3 Total Cache
-->