SEMARANG – Fakta menarik terungkap dalam survei terbaru Pilwakot Semarang 2024 yang dilaksanakan lembaga Indoriset Strategis. Dalam hal popularitas, Mbak Ita sebagai calon petahana masih memimpin di puncak. Namun secara tingkat kesukaan, dirinya disalip oleh Yoyok Sukawi, politisi Partai Demokrat, dengan angka tipis.
“Mbak Ita sementara ini masih memimpin tingkat popularitasnya dengan prosentase 97,4%. Disusul Yoyok Sukawi 86,8, Soemarmo 63,1% dan Ade Bhakti 43,8%. Namun, secara tingkat kesukaan Yoyok Sukawi tertinggi diantara calon wali kota lainnya dengan prosentase 49,6%. Posisi kedua ditempati oleh Ade Bhakti dengan prosentase 48,3%. Mbak Ita sendiri sebagai petahana berada di urutan ketiga dengan 47,7%,” tandas peneliti dari lembaga survei Indoriset Strategis Galih Pramilu Bakti dalam keterangannya,Sabtu (29/6/2024), di Semarang.
Survei yang dilaksanakan pada 8 hingga 14 Juni 2024 ini melibatkan 600 responden yang dipilih secara acak dan merata di seluruh wilayah Kota Semarang. Metodologi yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error sebesar ± 4,08% pada tingkat kepercayaan 95 persen. Dari total sampel, sebanyak 544 responden berhasil diwawancarai oleh 30 petugas yang telah dilatih.
Dalam hal elektabilitas, top of mind atau jawaban spontan responden, seperti sudah diduga sebelumnya Mbak Ita masih memimpin secara umum dengan prosentase 33,5%. Diikuti oleh Yoyok Sukawi 26,8% dan Ade Bhakti 10,3%.
Ketika dibuat tiga simulasi, pasangan Mb Ita dengan siapapun wakilnya (Ade Bhakti, Arnaz, Anasom), secara umum akan memperoleh suara tertinggi.
Hal yang cukup mengejutkan terjadi jika Yoyok Sukawi berpasangan dengan Ade Bhakti. Pasangan Yoyok Sukawi-Ade Bhakti memperoleh suara yang cukup tinggi dengan prosentase 35,3%, mengalahkan pasangan lainnya Mbak Ita-Arnaz (23,7%), Soemarmo-Wawan (3,5%), Iswar-Arnaz (0,9%).
Adapun responden yang belum menentukan pilihan dalam simulasi ini masih cukup tinggi. Ada di kisaran 38 hingga 46 persen.
Yoyok Pesaing Terberat
Menurut Galih Pramilu, tingkat kemantapan pilihan responden masih sekitar 50 persen, dengan undecided voters (pemilih yang belum menentukan pilihan) mencapai 30 persen.
“Sebagian besar responden menyatakan masih menunggu visi-misi calon, kepastian calon dari KPU, dan masa kampanye sebelum memutuskan pilihannya,” tambah Galih Pramilu.
Namun demikian, lanjut Galih, survei ini telah menunjukkan bahwa Yoyok Sukawi menjadi pesaing terberat petahana dalam memenangkan Pilwakot Semarang 2024. CEO grup sepakbola PSIS itu semakin menguatkan posisinya sebagai calon yang paling disukai oleh warga Semarang, menempatkannya dalam posisi yang sangat strategis jelang pemilihan tanggal 27 November mendatang.





