SEMARANG, suaramerdeka.com– Lembaga riset independen, Indo Riset Strategis merilis hasil survei terkini terkait elektabilitas para tokoh yang bakal meramaikan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2024.
Peneliti dari Indo Riset Strategis, Galih Pramilu Bakti menyebut, sejumlah tokoh menempati urutan teratas dalam hal tingkat keterpilihan.
Tiga tokoh atau nama yang bersaing ketat yakni petahana Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita), Yoyok Sukawi dan Ade Bhakti.
Mereka memiliki persentase elektabilitas teratas dari sekian nama atau tokoh yang muncul. Hasilnya, Ita memiliki 33,5 persen, Yoyok Sukawi 26,8 persen dan Ade Bhakti 10,3 persen.
“Selebihnya ada nama-nama seperti Iswar Aminuddin, Soemarmo, Ady Setiawan, KH Anasom, dan lainnya,” kata Galih pada FGD yang diselenggarakan oleh Forum Media Online Kota Semarang (Fomos) di Hotel Neo Semarang, Jumat (28/6).
Hasil survei ini juga menunjukkan tingkat pengetahuan publik tentang Pilwakot relatif tinggi.
Adapun survei ini melibatkan 600 responden secara proporsional, acak dan merata di seluruh wilayah Kota Semarang.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 4,08 persen. Survei dilakukan pada rentang waktu 8-14 Juni 2024.
Selain tingkat keterpilihan, pihaknya juga merilis tingkat popularitas calon. Hasil tertinggi ditempati Ita, disusul Yoyok dan Soemarmo.
“Menariknya kalau dari sisi tingkat kesukaan, justru tertinggi Yoyok Sukawi, Ade Bhakti, dan Ita,” sebutnya.
Menanggapi hasil survei tersebut, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Unika Soegijapranata, Andreas Pandiangan menilai, latar belakang partai pengusung masing-masing kandidat memiliki peran penting.
“Partai menjadi penting, walaupun tidak dominan dibanding dengan modal sosial, rekam jejak kandidat. Maka ini perlu disampaikan sejak awal,” ujarnya.
Menurut dia, hal terpenting yang perlu diedukasi ke masyarakat adalah pertimbangan dalam memilih.
Pemilih harus memilih berdasarkan program atau visi-misi yang diusung kandidat.
“Masyarakat harus memilih karena programnya yang sesuai. Jangan sampai memilih tanpa pertimbangan,” sebutnya.
Sementara itu, Dosen FISIP Undip, Yoga Putra Prameswari mengaku tak kaget dengan nama-nama yang muncul atau potensial dalam kontestasi Pilwakot 2024.
Pasalnya, sebagian besar dari nama-nama tersebut merupakan tokoh-tokoh lama.
“Kuncinya sekarang tinggal siapa yang mendapat peluang rekomendasi di tingkat partai. Bagi saya tidak mengagetkan jika-jika nama seperti Ade Bhakti, Yoyok, Ita, Arnaz, Iswar yang muncul,” jelasnya.





